Jumat, 05 Desember 2014

FILOSOFI OF CARING


A.   PENDAHULUAN

Pelayanan  keperawatan  memegang  peranan penting  dalam  pelayanan  kesehatan . Perawatan  sebagai  ujung  tombak  bidang  kesehatan  harus  mengaplilaksaikan   konsep -  konsep  keperawatan  yang  telah di  bangun  oleh  pakar –pakar   keperawatan .  Oleh  karena  itu filosofi –filosofi  saling  keterkaitan  dengan  yang  lainnya  yang dapat  dijadikan  sebagai  landasan  keperawatan.  Yang  komprehensif. Peleyanan asuhan  keperawatan  yang  holistik  meliputi  biopsikososial  dan   spiritual.. Pakar –pakar  teori  keperawatan  mempunyai kontribusi  besar dalam  pengembangan  teori  keperawatan . Antara lain teori  filosofi  caring  oleh Karing Mari  Martinsen, Jean Waston,  Katie  Erikson.
Sebagai seorang  perawat harus dapat memahami masalah yang dihadapi oleh klien, selain itu seorang perawat dapat berpenampilan menarik. Untuk itu seorang perawat memerlukan kemampuan untuk memperhatikan orang lain, ketrampilan intelektual, teknikal dan interpersonal yang tercermin dalam perilaku caring atau kasih sayang.  Caring  yang berhubungan atau menekankan rasa empati, refleksi, keterbukaan dankemurahan hati dan kepercayaan. Pada pelaksanaan asuhan keperawatan di masyarakat saling terkait satu sama lainnya, karena pelayanan yang diberikan haruslah bersifat komprehensif dan berkesinambungan karena kebutuhan tiap individu berbeda satu samalainnya, maka perawat haruslah bersikap sesuai dengan kebutuhan pasien saat itu
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas maka penulis topik permasalahan yang ingin di kaji adalah mengenai  bagaimana filosofi of caring dari berbagai teori – teori Keperawatan dalam aplikasi pelayanan keperawatan.

B.   TINJAUAN TEORI

1.       Konsep  Caring

a.       Definisi

Caring adalah fenomena universal yang mempengaruhi cara manusia berpikir, merasa dan mempunyai hubungan dengan sesama. (Potter&Perry, 2009).
Benner dan Wrubel (1989) dalam potter & Perry (2009), mengatakan ;”Caring membuat kemungkinan”. Perhatian seseorang terhadap orang lain, kejadian atau sesuatu memberikan motivasi dan petunjuk kepada individu untuk peduli. Caring sebagai struktur mempunyai implikasi praktis untuk mengubah praktek keperawatan (Boykin,et al.2003).
Caring sebagai bentuk dasar praktek keperawatan dimana perawat membantu klien pulih dari sakitnya, memberikan penjelasan tentang penyakitnya, dan mengelola atau membangaun kembali hubungan. Caring membantu  perawat mengenali intervensi yang baik, dan kemungkinan menjadi perhatian dan petunjuk untuk memberikan caring nantinya.

b.       Caring dalam Praktek Keperawatan

Saat perawat berurusan dengan kesehatan dan penyakit dan penyakit dalam prakteknya, kemapuan mereka dalam pelayanan semakin berkembang. Sikap keperawatan yang berhubungan dengan caring adalah kehadiran, sentuhan kasih sayang, dan selalu mendengarkan klien. Perawat melakukan caring dengan menggunakan pendekatan pelayanan dalam setiap pertemuan dengan klien.
1)    Kehadiran
Kehadiran adalah suatu pertemuan orang dengan orang yang merupakan sarana untuk lebih mendekatkan dan menyampaikan manfaat caring. Fredriksson (1999) menjelaskan bahwa kehadiran berarti “ada di” dan “ada dengan”. “Ada di” tidak hanya berarti kehadiran secara fisik, tetapi juga termasik komunikasi dan pengertian. Hubungan interpersonal dari istilah “ada di” sepertinya bergantung pada fakta kalau perawat sangat memperhatikan klien (Cohen,et.,al,1994). Jenis kehadiran merupakan sesuatu yang ditawarkan perawat kepada klien dengan maksud untuk mendapatkan dukungan, kenyamanan, dorongan, mengurangi intensitas perasaan yang tidak diinginkan, atau untuk menenangkan hati (Fareed,1996; Pederson,1993).
2)    Sentuhan
Sentuhan akan membawa perawat dan klien  kedalam suatu hubungan. Sentuhan dapat berupa kontak dan non-kontak (Frdikkson, 1999). Sentuhan kontak seperti kontak langsung kulit dengan kulit, sedangkan sentuhan non kontak adalah kontak mata. Sulit utnuk membedakan keduanya. Keduanya digambarkan dalam tiga kategori : sentuhan berorientasi tugas, sentuhan pelayanan, sentuhan perlindungan (Frdrikkson,1999) 
3)     Mendengarkan
Caring melibatkan interaksi interpersonal dan bukan sekedar percakapan resiprokal antara dua orang. Dalam suatu hubungan pelayanan perawat membangun kepercayaan, membuka topic pembicaraan, dan mendengarkan apa yang klien katakana. Mendengarkan merupakan kunci karena hal itu menunjukkan perhatian penuh dan ketertarikan perawat. Mendengarkan termasuk “mengerti” apa yang klien katakana, dengan memahami dan mengerti maksud klien serta memberikan respon balik terhadap lawan bicaranya (Kemper,1992)
4)    Memahami Klien
Salah satu proses caring yang dikembangkan swanson adalah memahami klein. Konsep tersebut terdiri atas pemahaman perawat terhadap klien tertentu dan pemilihan intervensi berikutnya.

2.       Teori Caring

a.    Teori Watson

Caring science merupakan suatu orientasi human science dan kemanusiaan terhadap proses, fenomena, dan pengalaman human caring. Caring science, seperti juga science lainnya, meliputi seni dan kemanusiaa. Transpersonal Caring mengakui kesatuan dalam hidup dan hubungan-hubungan yang terdapat dalam lingkaran caring yang konsentrik – dari individu, pada orang lain, pada masyarakat, pada dunia, pada planet Bumi, pada alam semseta (Watson, 2004).
Watson (1988) dalam George (1990) mendefinisikan caring lebih dari sebuah exisestensial philosophy, ia memandang sebagai dasar spiritual, baginya caring adalah ideal moral dari keperawatan. Manusia akan eksistensi bila dimensi spiritualnya meningkat ditunjukkan dengan penerimaan diri, tingkat kesadaran diri yang tinggi, kekuatan dari dalam diri, intuitif. Caring sebagai esensi dari keperawatan berarti juga pertanggungjawaban hubungan antara perawat-klien, dimana perawat membantu partisipsi klien, membantu memperoleh pengetahuan dan meningkatkan kesehatan.
Teori human caring yang dikembangkan oleh Watson antara tahun 1975-1979, hanya berkisar pada sepuluh carative factors sebagai suatu kerangka untuk memberikan suatu bentuk dan focus terhadap fenomena keperawatan. Watson menganggap istilah “factors” terlalu stagnant terhadap sensibilitasnya di masa kini. Ia pun kemudian menawarkan suatu konsep yang lebih sesuai dengan evolusi teorinya dan arahnya di masa depan. Konsep tersebut adalah “clinical caritas” dan “caritas processes”, yang dianggapnya lebih cocok dengan ide-ide dan arah perkembangan teorinya (Watson, 2004).
“Theory of Human Caring” (Watson), mempertegas jenis hubungan dan transaksi yang diperlukan antara pemberi dan penerima asuhan untuk meningkatkan dan melindungi pasien sebagai manusia yang mempengaruhi kesanggupan pasien untuk sembuh. Watson mengemukakan bahwa caring merupakan inti dari keperawatan. Dalam hal ini caring merupakan perwujudan dari semua faktor yang digunakan perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan pada klien. Kemudian caring juga menekankan harga diri individu, artinya dalam melakukan praktik keperawatan, perawat senantiasa selalu menghargai klien dengan menerima kelebihan maupun kekurangan klien. Watson juga mengemukakan bahwa respon setiap individu terhadap suatu masalah kesehatan unik, artinya dalam praktik keperawatan, seorang perawat harus mampu memahami setiap respon yang berbeda dari klien terhadap penderitaan yang dialaminya dan memberikan pelayanan kesehatan yang tepat dalam setiap respon yang berbeda baik yang sedang maupun akan terjadi. Selain itu, caring hanya dapat ditunjukkan dalam hubungan interpersonal yaitu hubungan yang terjadi antara perawat dengan klien, dimana perawat menunjukkan caring melalui perhatian, intervensi untuk mempertahankan kesehatan klien dan energi positif yang diberikan pada klien. Watson juga berpendapat bahwa caring meliputi komitmen untuk memberikan pelayanan keperawatan yang didasarkan pada ilmu pengetahuan. Dalam praktiknya, perawat di tantang untuk tidak ragu dalam menggunakan pengetahuan yang dimilikinya dalam praktik keperawatan.

1)    Paradigma Keperawatan Menurut Watson


  •  Keperawatan
Keperawatan adalah penerapan art dan human science melalui transaksi transpersonal caring untuk membantu manusia mencapai keharmonisan pikiran,jiwa dan raga yang menimbulkan selfknowlegde, self-control, self-care, dan selfhealing.


  •  Klien
Klien adalah individu atau kelompok yang mengalami ketidakharmonisan pikiran, jiwa dan raga, yang membutuhkan banuan terhadap pengambilan keputusan tentang kondisi sehat-sakitnya untuk meningkatkan harmonisasi, self-control, pilihan dan selfdetermination.
  •  Kesehatan
Kesehatan adalah kesatuan dan keharmonisan didalam pikiran, jiwa dan raga antara diri dengan orang lain dan antara diri dengan lingkungan.
  • Lingkungan
Lingkungan adalah dimana interaksi transpersonal caring terjadi antara klien dan perawat.

2)    Asumsi Dasar Science of Caring

Watson mengidentifikasi banyak asumsi dan beberapa prinsip dasar dari transpersonal caring. Watson meyakini bahwa jiwa seseorang tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Watson menyatakan tujuh asumsi tentang science of caring. Asumsi dasar tersebut yaitu:


  • Caring dapat didemonstrasikan dan dipraktekkan dengan efektif hanya secara interpersonal
  • Caring terdiri dari carative factors yang menghasilkan kepuasan terhadap kebutuhan manusia    tertentu
  • Efektif caring meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan individu dan keluarga
  • Respon caring menerima seseorang tidak hanya sebagai dia saat ini, tetapi juga menerima akan jadi apa dia kemudian
  • Lingkungan caring adalah sesuatu yang menawarkan perkembangan dari potensi yang ada, dan di saat yang sama membiarkan sesorang untuk memilih tindakan yang terbaik bagi dirinya saat itu
  • Caring lebih “healthogenic” daripada curing.
  • raktek caring merupakan sentral bagi keperawatan
3)    Faktor Carative dalam Caring

Original carative factors kemudian dikembangkan oleh Watson menjadi clinical caritas processes yang menawarkan pandangan yang lebih terbuka (Watson,2004), yaitu:


  • Menerapkan perilaku yang penuh kasih sayang dan kebaikan dan ketenangan dalam konteks kesadaran terhadap caring.
  • Hadir dengan sepenuhnya, dan mewujudkan dan mempertahankan sistem keperacayaan yang dalam dan dunia kehidupan subjektif dari dirinya dan orang dirawat.
  • Memberikan perhatian terhadap praktek praktek spiritual dan transpersonal diri orang lain, melebihi ego dirinya.
  • Mengembangkan dan mempertahakan suatu hubungan caring yang sebenarnya, yang saling bantu dan saling percaya. Hadir untuk menampung dan mendukung ekspresi perasaan positf dan negative.
4)    Perilaku Caring

Daftar dimensi caring (Caring DimensionsnInventory = CDI) yang didesain oleh Watson dan Lea (1997) merupakan instrumen yang dikembangkan untuk meneliti perilaku perawat (perilaku caring). Daftar dimensi caring tersebut antara lain:


  • CDI 1. Membantu klien dalam ADL.
  • CDI 2. Membuat catatan keperawatan mengenai klien.
  • CDI 3. Merasa bersalah /menyesal kepada klien
  • CDI 4. Memberikan pengetahuan kepada klien sebagai individu
  • CDI 5. Menjelaskan prosedur klinik
  • CDI 6. Berpakaian rapi ketika bekerja dengan klien
  • CDI 7. Duduk dengan klien
  • CDI 8. Mengidentifikasi gaya hidup klien
  • CDI 9. Melaporkan kondisi klien kepada perawat senior
  • CDI 10. Bersama klien selama prosedur klinik
  • CDI 11. Bersikap manis dengan klien
  • CDI 12. Mengorganisasi pekerjaan dengan perawat lain untuk klien
  • CDI 13. Mendengarkan klien
  • CDI 14. Konsultasi dengan dokter mengenai klien
  • CDI 15. Menganjurkan klien mengenai aspek self care
  • CDI 16. Melakukan sharing mengenai masalah pribadi dengan klien
  • CDI 17. Memberikan informasi mengenai klien
  • CDI 18. Mengukur tanda vital klien
  • CDI 19. Menempatkan kebutuhan klien sebelum kebutuhan pribadi
  • CDI 20. Bersikap kompeten dalam prosedur klinik
  • CDI 21. Melibatkan klien dalam perawatan
  • CDI 22. Memberikan jaminan mengenai prosedur klinik
  • CDI 23. Memberikan privacy kepada klien
  • CDI 24. Bersikap gembira dengan klien
  • CDI 25. Mengobservasi efek medikasi kepada klien

5)    Proses Keperawatan Dalam Teori Caring

Watson (1979) menekankan bahwa proses keperawatan memiliki langkah-langkah yang sama dengan proses riset ilmiah, karena kedua proses tersebut mencoba untuk menyelesaikan masalah dan menemukan solusi yang terbaik. Lebih lanjut Watson menggambarkan kedua proses tersebut sebagai berikut (tulisan yang dimiringkan menandakan proses riset yang terdapat dalam proses keperawatan)
  • Pengkajian
Meliputi observasi, identifikasi, dan review masalah; menggunakan pengetahuan dari liteRiskare yang dapat diterapkan, melibatkan pengetahuan konseptual untuk pembentukan dan konseptualisasi kerangka kerja yang digunakan untuk memandang dan mengkaji masalah dan pengkajian juga meliputi pendefinisian variable yang akan diteliti dalam memecahkan masalah Watson (1979) dalam Julia (1995) menjelaskan kebutuhan yang harus dikaji oleh perawat yaitu:
·      Lower order needs (biophysical needs) yaitu kebutuhan untuk tetap hidup meliputi kebutuhan nutrisi, cairan, eliminasi, dan oksigenisasi.
·      Lower order needs (psychophysical needs) yaitu kebutuhan untuk berfungsi, meliputi kebutuhan aktifitas, aman, nyaman, seksualitas.
·      Higher order needs (psychosocial needs), yaitu kebutuhan integritas yang meliputi kebutuhan akan penghargaan dan beraffiliasi.
·      Higher order needs (intrapersonalinterpersonal needs), yaitu kebutuhan untuk aktualisasi diri.
  • Perencanaan
Perencanaan membantu untuk menentukan bagaimana variable-variabel akan diteliti atau diukur, meliputi suatu pendekatan konseptual atau design untuk memecahan masalah yang mengacu pada asuhan keperawatan serta meliputi penentuan data apa yang akan dikumpulkan dan pada siapa dan bagaimana data akan dikumpulkan
  •  Implementasi
Merupakan tindakan langsung dan implementasi dari rencana serta meliputi pengumpulan data
  • Evaluasi
Merupakan metoda dan proses untuk menganalisa data, juga untuk meneliti efek dari intervensi berdasarkan data serta meliputi interpretasi hasil, tingkat dimana suatu tujuan yang positif tercapai, dan apakah hasil tersebut dapat digeneralisasikan

b.    Teori Kari Marie Martinsen

Teori Kari Marie Martinsen mengutamakan fokus padacaring termasuk didalamnya bagaimana merawat dan peduli pada orang lain (Tomey & Alligood, 2006). Ada tiga hal yangharus diperhatikan dalam caring menurut Kari Marie Martinsen yaitu: caring harus berkaitan dengan hubungan, praktik dan moral.

1)    Konsep Dasar Dan Definisi


  • Perawatan
Perawatan adalah suatu bentuk yang bukan hanya sekedar nilai dasar keperawatan,tetapi juga merupakan nilai dasar hidup kita. Perawatan ialah perkembangan positif individu ke arah yang lebih baik. Perawatan berbentuk trinitas, terdiri dari hubungan, praktik, dan moral yang terjadi secara simultan. Perawatan mempunyai arah untuk menuju situasi orang lain. Dalam konteks professional, perawatan memerlukan pendidikan dan latihan. Tanpa pengetahuan professional, hubungan dengan pasien akan berubah menjadi sentimental. Tanpa perwakilan, tidak da kelalaian, dan tidak sentimental merupakan ekspresi dari perawatan..


  • Penilaian professional
Penilaian profesional menunjukkan kualitas suatu hubungan yang sebenarnya. Hal ini bisa dicapai melalui latihan menilai secara profesional baik dalam praktik maupunkehidupan sehari-hari berdasarkan observasi klinis kita. Penilaian profesional tidak hanya dilatih dengan melihat, mendengar dan menyentuh secara klinis, tetapi juga perlu dilatih bagaimana melihat, mendengar, dan menyentuh secara klinis dengancara yang baik dan benar.Pasien memberikan kesan yang berbeda-beda pada kita (perawat) karena persepsiseseorang memiliki analog dengan variasi karakter yang ditimbulkannya dan bergantung pada situasi tertentu. Satu hal yang perlu diingat dan direnungkan adalahadanya hubungan antara kesan dengan situasi, pengetahuan profesional yang dimiliki,dan pengalaman sebelumnya. Kebijaksanaan menunjukkan pengetahuan profesionalmelalui kepekaan alami dan bahasa sehari-hari.        


  • Praktik Moral
Ditemukan Dalam PerawatanPraktik moral dapat terjadi bila empati dan refleksi ditampilkan secara bersama-samasaat bekerja sehingga
caring dapat diekspresikan dalam  tindakan keperawatan. Moralitu ada dalam situasi nyata yang harus diperhitungkan. Tindakan kita perludipertanggungjawabkan, yang didasarkan pada empati dan refleksi


  • Person Oriented Professional  
Person Oriented Professional mempunyai makna bahwa perawat sebagai tenaga profesional memandang pasien sebagai orang yang menderita dan harus dilindung iintegritasnya. Hal ini memberikan tantangan bagi profesional untuk meningkatkan kompetensi dirinya dalam menjalin hubungan yang saling menguntungkan dan bersifat manusiawi dengan tujuan untuk melindungi dan merawat pasien. Selain itu, profesionalisme berbasis individu juga berbicara tentang pemahaman terhadap posisi masing-masing pihak dimana pihak satu membutuhkan pihak lainnya, danmenempatkan pasien sebagai fokus dari caring.




  • Ungkapan hidup tertinggi
Ungkapan hidup tertinggi adalah keterbukaan, kemurahan hati, kepercayaan, harapan,dan cinta. Hal ini merupakan fenomena yang dapat kita terima seperti kita menerimawaktu, ruang, udara, air, dan makanan. Tanpanya hidup menjadi kacau, dan caring  tidak dapat dilaksanakan


  •  Area yang tak dapat disentuh
Ungkapan ini menunjukkan bahwa ada area-area yang tidak boleh kita masuk kedalammnya. Terdapat batasan yang harus kita hormati. Dalam caring area yang tidak tersentuh adalah kesatuan, yang merupakan lawan dari keterbukaan. Keterbukaan dan area yang tak sersentuh merupakan suatu hal yang kontradiktif dalam caring.


  • Vokasi
Vokasi adalah suatu kebutuhan hidup yang membuat manusia merasa sempurna dalam berhubungan dan merawat (peduli) terhadap orang lain.


  •  Mata Hati
Hati bicara tentang eksistensi individu, derita orang lain dan situasi yang ada didalamnya. Mata hati berhubungan dengan perhatian yang didasarkan pada hubungan resiprokal yang saling memahami.


  • The Registering Eye
The Registering Eye objektifitas dan perspektif dari pengamat. Hal itu berkaitan dengan mencari koneksi, sistematisasi, peringkat, klasifikasi, dan menempatkan dalam sistem. The registering eyemerupakan aliansi antara ilmu pengetahuan alam modern, teknologi, dan industrialisasi. Jika seorang pasien danseorang profesional menggunakan tatapan ini secara sepihak, kasih sayang akankeluar dari situasi tersebut, dan kemauan untuk hidup berkurang

2)    Asumsi Dasar Terkait Empat Fenomena Dalam Keperawatan


  • Keperawatan
Asumsi dasar philosophical caring  termasuk dalam hal praktik keperawatandimana perawat memberikan asuhan keperawatan merawat dan peduli pada oranglain. Hal yang harus diperhatikan ketika melakukan caring ke pasien yaitu : caring berkaitan dengan hubungan, praktik, dan moral. Caring dapat praktikkan dalam kasusnyata dimana caring melibatkan setidaknya dua orang atau lebih yang saling berinteraksi. Caring yang berkaitan dengan moral dapat diartikan sebagai situasi dalam mencapai tujuan yang diinginkan didasarkan pada evaluasi tindakankeperawatan


  • Manusia
Menurut Martinsen (1975), manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungansosial dan komunitasnya. Martinsen berpendapat bahwa terdapat hubungan yang paralel antara manusia dengan tubuhnya. Sebagai tubuh, manusia berhubungandengan diri sendiri, orang lain, dan dunia, sedangkan manusia adalah tubuh itu sendiridimana sebagai tubuh, manusia mempunyai persepsi dan pemahaman. Tubuh terdiridari jasmani dan jiwa


  •  Kesehatan
Kesehatan adalah refleksi dari kondisi organisme, selain itu juga merupakan ekspresitingkat kompetensi dalam pengobatan. Dampak yang membahayakan dari pengobatan dan pelayanan yang tidak adekuat bagi orang yang menderita penyakitkronis menyebabkan Martinsen kembali berpikir ke konsep konservatif yaitu sehat secara ideal


  • Manusia
Manusia selalu berada dalam situasi yang berbeda dari satu tempat ke tempatyang lain dan dalam ruang yang satu ke ruang yang lain (berada dalam tempat danruang khusus). Dilihat dari dimensi ruang terdapat waktu, ambience dan kekuatan.Martinsen menyatakan bahwa waktu, arsitektur, dan pengetahuan dapat bekerjaterhadap ambience suatu dimensi ruang. Arsitektur, hubungan dengan orang lain, penggunaan obyek, kata-kata, pengetahuan, keberadaan kita di dalam ruangan,semuanya tersusun teRiskar dalam ruang dan situasi. Manusia masuk dalam ruanguniversal, ruang alami, tetapi melalui penciptaan ruang budaya. Kita membangun rumah dengan ruangan-ruangan dan aktivitas pelayanan kesehatan menempatiruangan yang berbeda.

c.    Teori Caring menurut Katie Erickson

1)    Caritas
Mengandung maknacinta dan kemurahan hati, merupakan motif dasar dari ilmu caring, artinya bahwa keyakinan, harapan dan cinta dicapai dengan perantaraan caring melalui tindakan pemeliharaan, pelaksanaan dan pembelajaran
2)     Caring Communion
Mengandung konteks pengertian dari caring dan menjadi struktur yang menentukan realitas caring, yang terdiri dari intensitas dan vitalitas yaitu kehangatan, keakraban, ketenangan, ketanggapan, kejujuran dan toleransi. Caring comunion adalah apa yang menyatukan dan mengikat individu/manusia tersebut sehingga membuat caring itu berarti
3)     Tindakan caring
Merupakan suatu seni/cara menjadikan sesuatu yang kurang spesial menjadi sangat special
4)     Etika Caritative Caring
Etika caring menitik beratkan pada hubungan dasar antara pasien dan perawat, dimana saat perawat menemui pasien memenuhi batasan-batasan etika yang jelas. Sikap yang ditampakkan dilakukan melalui pendekatan- pendekatan yaitu tanpa ada prasangka dan tetap melihat manusia sebagai makhluk yang bermartabat.
5)    Martabat
Dalam berinteraksi dengan pasien perlu diperhatikan martabat pasien. Ada dua jenis martabat, yaitu martabat yang mutlak dan martabat yang relatif. Martabat yang relatif dipengaruhi/dapat diperoleh dari budaya.
6)    Menerima panggilan/undangan/invitasi
Perawat datang mengunjungi pasien dan memberikan tindakan perawatan atas permintaan atau undangan dari pasien/keluarga sendiri.
7)    Penderitaan
a)         Penderitaan ada yang dihubungkan dengan kondisi sakit, perawatan, dan kehidupan.
b)         Penderitaan yang dihubungkan dengan kondisi sakit dimana pasien mengalami penderitaan karena kondisi sakitnya tersebut.
c)         Penderitaan yang dihubungkan dengan perawatan, dimana kadang pasien mengalami penderitaan akibat pada saat diberi tindakan perawatan, kurang dipertimbangkan masalah martabat pasien, kurangnya keramahan petugas, adanya kesalahan tindakan, dan terapi latihan yang menyiksa.
8)    Penderitaan manusia
Keadaan yang digambarkan oleh pasien saat dia mengalami sakit dimana pada saat itu ia memikul penderitaan
9)    Rekonsiliasi
Merupakan suatu bentuk drama dari penderitaan dimana seseorang yang menderita ingin memastikan penderitaan yang dialaminya dan diberi kesempatan untuk mencapai rekonsoliasi/kedamaian
10) Budaya caring
Merupakan konsep dimana Erikson menggunakan lingkungan berdasar pada elemen budaya sebagai tradisi, ritual dan nilai-nilai dasar. Budaya yang berbeda memiliki dasar perubahan nilai etos. Bila suatu comunion muncul berdasarkan etos, budaya menjadi lebih menarik. Budaya caring menunjukkan sikap tanggap terhadap manusia, martabat dan kesuciannya dalam membentuk tujuan communion

C.   PENUTUP

  1. Simpulan 

Setelah dilakukan telaah dari teori maka dengan ini penulis menyimpulkan beberapa hal :


  • Human caring dalam keperawatan bukan hanya sebuah emosi,perhatian, sikap, atau keinginan berbuat baik. Caring mengandung  arti suatu respon personal
  • Caring adalah suatu proses manusia inter subjektif dan merupakan standar terbaik dari moral keperawatanCaring dapat secara efektifmeningkatkan kesehatan dan pertumbuhan individu dan keluarga
  • Respon Caring menerima seseorang tidak hanya sebagaimana mereka sekarang, tetapi jugabagaimana nantinya.
  • Lingkungan yang   caring menawarkan perkembangan potensial sementara memperkenankan seseorang untuk memilih tindakan yang terbaik untuk diri pada waktu yang telah ditentukan
  • Peristiwa caring mencakup tindakan dan pilihan oleh perawat dan klien  . Jika peristiwa caring adalah transpersonal, batasan keterbukaan meluas, juga kapasitas manusia.
  • Krakteristik yang paling abstrak dari orang yang caring adalah bahwa orang itu sedemikian berespon terhadap orang lain sebagai individu yang unik,merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, dan menempatkan seseorang berbeda dari orang lain.
  • Human caring mencakup nilai, keinginan dan komitmen untuk merawat, pengetahuan tindakan caring dan konsekuensi
  • Standar terbaik dan nilai caring adalah suatu titik mula, pendirian dan sikap yang akan menjadi keinginan , maksud, komitmen dan penilaian secara sadar yang muncul dengan sendirinya dalam tindakan konkret.

  1. Saran

             Sebagai seorang perawat sebaiknya dilandaskan pada konsep caring, karena Caring merupakan konsep yang penting pada praktek keperawatan profesional dan mengidentifikasikanya sebagai nilai inti yang mencakup  altruisme,otonomi, martabat manusia, integritas dan keadilan sosial.

DAFTAR PUSTAKA

George, Julia B. (1995). Nursing theories: the base for professional nursing practice, 4th edition.
Connecticut: Apleton & Lange
Potter & Perry. (2009). Fundamental Keperawatan ed. 7. Jakatra : Salemba Medika
Watson, Jean. (2004). Theory of human caring. Http://www2.uchsc.edu/son/caring.
Watson J. (2003). Love and caring : Ethics of face and hand An Invitation to return to the Heart and soul of nursing and Our Deep Humanity. Nurs Adm Q
Kathleen koenig Blais (2007 )Professional Nursing Practice : concepts and Perspectives ed 4 ,EGC



Tidak ada komentar:

Posting Komentar